Mukernas Yayasan Al-Bahjah 1448 H: Seluruh Unsur Bersatu Susun Arah dan Perkuat Tata Kelola

Suasana Mukernas Yayasan Al-Bahjah 1448 H/2026, 12–13 September 2026, Cirebon

Cirebon — Yayasan Al-Bahjah baru saja menyelesaikan hajat besar. Selama dua hari penuh, Sabtu–Ahad, 12–13 September 2026, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Yayasan Al-Bahjah 1448 H/2026 berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini mempertemukan seluruh unsur Al-Bahjah dari berbagai penjuru untuk duduk bersama, menyatukan arah, dan menyusun strategi pengembangan yayasan ke depan.

Peserta Mukernas Al-Bahjah: Semua Unsur Hadir, Semua Bersuara. Bukan hanya pimpinan pusat — tetapi juga Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Syuro, perwakilan cabang dan wilayah, hingga pengasuh cabang dari berbagai daerah. Semua duduk dalam satu forum, membahas satu tujuan: bagaimana Al-Bahjah bisa terus tumbuh dan memberikan manfaat lebih besar bagi umat.

Hari Pertama Mukernas Al-Bahjah: Menyamakan Langkah. Hari pertama diisi dengan pembahasan yang sifatnya menyeluruh: gambaran besar kondisi Yayasan Al-Bahjah saat ini, isu-isu penting yang perlu ditangani, pengenalan aturan dasar organisasi (AD/ART), kebijakan yayasan, hingga pembahasan Manhajiyah Al-Bahjah sebagai landasan gerak bersama. Sesi diskusi terbuka memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan dan masukan secara langsung.

Hari Kedua Mukernas: Membangun Masa Depan Yayasan Al-Bahjah. Hari kedua lebih fokus pada bidang-bidang yang akan menentukan wajah Al-Bahjah di masa mendatang. Pembahasan utama berkisar pada dunia pendidikan — mulai dari pondok pesantren, sekolah dasar dan menengah, madrasah dan PAUD, hingga Institut Al-Bahjah sebagai lembaga pendidikan tinggi. Turut dibahas pula bagaimana standar mutu pendidikan dan digitalisasi bisa diterapkan secara merata di seluruh lingkungan Al-Bahjah.

Tidak hanya pendidikan — bidang media, ekonomi, badan usaha, dan lembaga otonom juga mendapat perhatian serius dalam forum ini.

Peserta Mukernas Yayasan Al-Bahjah 1448 H mengikuti sesi Focus Group Discussion per cabang

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Focus Group Discussion (FGD) per cabang — di mana setiap wilayah berdiskusi secara khusus untuk merumuskan langkah nyata sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. Mukernas resmi ditutup dengan pembacaan kesimpulan dan risalah — dokumen yang akan menjadi pegangan kerja seluruh unsur Al-Bahjah dalam waktu ke depan.

Mukernas Yayasan Al-Bahjah 1448 H/2026 bukan sekadar rapat besar. Ia adalah bukti bahwa Al-Bahjah terus berbenah — dengan melibatkan semua pihak, mendengar semua suara, dan bergerak bersama menuju satu arah. Semoga seluruh hasil musyawarah menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi perjalanan Al-Bahjah dalam melayani umat.

“Menyatukan Arah, Mengokohkan Tata Kelola, Bersinergi Menguatkan Al-Bahjah.”